Perusahaan di urutan no. 1 dan 2 termasuk yang direkomendasikan oleh LP. Sedang yang no. 3 direkomendasikan oleh tour guide kami (Darius Zare, email :
darius.zare54(at)gmail.com / yang bekerja secara freelance di beberapa travel agent sekaligus bisa menghandle tour sendiri untuk max 3 orang)
Kalau butuh info umum mengenai Travel Agent di Iran, bisa juga coba hubungi Ibu Yanti yang kerja di KBRI di Tehran Perusahaan di urutan no. 4 di atas adalah rekomendasi dari beliau.
Orang Iran
Kalau sempat baca-baca pengalaman turis asing yg ke Iran, tanggapannya seragam, orang Iran secara umum baik & ramah terhadap turis asing. Yang saya jumpai demikian adanya. Tidak ada sama sekali kesan arogan atau bermusuhan, seperti bayangan kita kalau membaca pandangan media barat terhadap pemimpin Iran. Cuman karena kendala bahasa saja yg menjadikan mereka kurang komunikatif dg kami, tp paling tidak senyum spontan mereka selalu ada.
Lokasi wisata
Semuanya pre-arranged, untuk semua kota yang ingin disinggahi (Tehran, Dizin, Shiraz, Yazd, Isfahan, Kashan, Qom & Mashhad), sesuai dengan usulan itinerary dari saya ke pihak travel agent. Walopun di sana-sini dilakukan perubahan dadakan juga stlh mendapat saran dari guide. Biaya masuk obyek wisata (murah sih, max IRR 25,000/ org dewasa) yang tergolong budaya (mesjid, museum) sdh termasuk dlm hrg paket tour. Sedang masuk ke obyek wisata modern (seperti Milad Tower di Tehran, mahal, IRR 180,000/dewasa), turis tetap bayar sendiri.
Kalau punya waktu dibawah 1 minggu, saran saya, cukup Isfahan dan (singgah di Persepolis dalam perjalanan ke) Shiraz saja yg dikunjungi, sdh bisa merangkum POI yg terbaik di Central Iran, yang merupakan area wisata terpopuler di negara ini.
Penginapan
Semua ditentukan oleh Travel Agent, semuanya hotel lokal bintang 3. Kondisi memuaskan, misalnya : sarapan pagi sudah standard disediakan (walopun isi menunya terbatas, disekitaran roti tradisional, telur, keju & sedikit sayuran), ukuran kamar yang lega, handuk selalu terbungkus plastik, sendal kamar & sendal kamar mandi selalu tersedia. Pengecualian di hotel yang diinapi di kota Dizin & Tehran. Di sana dptnya hotel (dan furniturenya juga) tua, tp bersih sih dan kondisi lainnya sama dg hotel2 lain (spt dijelaskan di atas).
Makanan
Yang tradisional begitu2 saja jenis & rasanya (hambar maksudnya). Sekitaran nasi + kebab, ayam rebus berkuah + nasi, daging berkuah kacang + nasi. Harganya rata2 IRR 100,000/porsi di restoran kelas menengah. Kalau bosan, di luar Tehran alternatifnya cuman fastfood barat buatan lokal (pizza, burger, sandwich), lebih murah, sekitar IRR 75,000/porsi. Di Tehran opsi lain lbh banyak. Kami coba restoran Asia (Thai, Jepang & China) di kawasan elit (Northen) Tehran, harganya elit juga, habis IRR 1 juta untuk 5 orang. Di kesempatan lain coba makanan Turki kelas warung, murah & enak IRR 300,000 untuk berlima.
Belanja
Jenis suvenir "standar turis" agak beda dg biasanya kita temukan di negara2 lain. Boleh dibilang tdk ada t-shirt dg tulisan atau gambar obyek wisata. Atau miniatur obyek2 wisata tsb. Yang banyak tersedia adalah berbagai jenis kerajinan tangan lokal (Pottery and ceramic arts, hand-woven textiles, Metalworking and traditional chiseling and Sweets). Yang terlengkap koleksinya di Isfahan. Harganya mulai dari IRR 50,000 untuk sebungkus Sweet sampai USD 10,000+ untuk karpet kelas 1 (yang hand-made dan dikerjakan secara dedicated selama lebih dari 1 tahun !)
Transportasi
Karena pakai jasa tour, kemana aja diantar pakai van yg disediakan, sampai selesai makan malam & masuk hotel, baru ditinggal. Cuman sekali coba taxi, pas sopir van dari travel sdh waktunya istirahat, sementara kami masih mau nyante di "mall". Dari sini ke hotel, yg kira2 berjarak 5 km, bayarnya cuman IRR 40,000. Yg sy lihat taxi sangat banyak tersedia di semua kota-kota yang kami kunjungi. Kondisi jalan mulus, di dalam dan luar kota (highway semua untuk antar kota yang saya kunjungi). Hanya seperti yang sudah banyak diketahui, kondisi lalulintas di dalam kota besar, khususnya di Tehran, macet ala Jakarta.
Untuk transportasi udara, kami memakai 2 maskapai lokal untuk domestic flights, Aseman & Iran Air. Keduanya masih memakai pesawat uzur, 20+ tahun lah paling tidak, baru kali ini saya terbang dg pesawat tipe Boeing 727. Tapi tua sama sekali tidak berarti bermasalah atau tdk nyaman. Bahkan jarak antar kursi penumpang sangat lega, termasuk imbang dg QR atau Etihad. Untuk semua penerbangan domestik ini, yg ditempuh dlm waktu kurang dari 1.5 jam, disediakan refreshment, burger & juice. Harga tiket saya kurang tahu persis, karena tidak tercantum di "tiket" yang diberikan ke saya. Tp saya rasa murah-meriah, terbukti dengan hampir penuhnya semua kursi penumpang oleh orang-orang lokal.
Referensi
- LP guide book versi e-book (
yg minat legal free copy-nya, silahkan japri ke sy)
-
http://www.tourismiran.ir/
-
http://www.itto.org/